Sejarah UNUSIA
Perjalanan panjang Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia dalam mewujudkan cita-cita pendidikan tinggi yang unggul dan berkarakter.
Awal Mula Pendidikan NU
Pengembangan pendidikan menjadi salah satu prioritas dalam organisasi NU. Sejak berdiri pada tahun 1926, NU telah mendirikan berbagai macam satuan pendidikan, seperti Pondok Pesantren, Madrasah Diniyah Awaliyah, Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Mulallimin Wustha dan Ulya.
Pembentukan YPTNU
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) membentuk sebuah yayasan yang diberi nama Yayasan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (YPTNU) melalui SK PBNU Nomor 929/A.II.03/6/1998.
Perencanaan UNU
Yayasan ini bekerja sama dengan para tokoh NU merencanakan berdirinya Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) yang bertaraf internasional.
Berdirinya STAINU
Gagasan besar itu kemudian mulai diwujudkan secara bertahap dengan berdirinya Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU).
Pengelolaan Langsung oleh NU
Berdasarkan hasil Rapat Pleno di Wonosobo, PBNU mewajibkan pengelolaan perguruan tinggi langsung menggunakan badan hukum Perkumpulan Nahdlatul Ulama. YPTNU membubarkan diri dan seluruh aset dikelola langsung oleh NU.
Izin Penyelenggaraan Universitas
Izin Penyelenggaraan Universitas diberikan melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 557/E/O/2014 dengan 10 (sepuluh) Program Studi.
Penggabungan STAINU & FAI
Melalui rekomendasi Kemenag RI dan Kemenristekdikti, PBNU mengeluarkan SK penggabungan STAINU Jakarta ke UNUSIA. Pada 2017, STAINU resmi menjadi Fakultas Agama Islam (FAI) UNUSIA, mengelola 16 Program Studi.
Menuju Universitas Unggul
Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia terus dikembangkan menuju universitas unggulan baik di lingkungan perguruan tinggi NU maupun di tingkat Nasional.