NUAI Journal: FTIK Unusia Bangun Kualitas Publikasi dan Riset Berstandar Global

NUAI Journal: FTIK Unusia Bangun Kualitas Publikasi dan Riset Berstandar Global

Quality 5 min read

NUAI Journal: FTIK Unusia Bangun Kualitas Publikasi dan Riset Berstandar Global

Author avatar

Humas Unusia

Content Writer

NUAI Journal: FTIK Unusia Bangun Kualitas Publikasi dan Riset Berstandar Global

Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) Unusia meluncurkan Nusantara Journal of Artificial Intelligence and Information Systems (NUAI Journal) sebagai bagian dari upaya pengembangan kualitas publikasi ilmiah berbasis tren keilmuan masa kini. Jurnal ini menjadi jurnal pertama yang diterbitkan di bawah naungan FTIK, sebagai respon terhadap kebijakan kelembagaan untuk menempatkan pengelolaan jurnal ilmiah di tingkat fakultas.

Menurut Ircham Ali, Kaprodi Teknik Informatika, NUAI Journal hadir untuk mewadahi publikasi ilmiah dosen, mahasiswa, dan peneliti dari dalam maupun luar Unusia, dengan cakupan yang relevan terhadap perkembangan zaman. “Artificial Intelligence (AI) saat ini bukan hanya topik kekinian, tapi sudah menjadi body of knowledge yang kuat di dunia ilmu komputer. Kami ingin menjadi bagian dari arus itu, dengan tetap mengakar pada kekuatan keilmuan lokal,” jelasnya.

Nama NUAI Journal sendiri telah melalui beberapa proses penyesuaian dan ditetapkan secara resmi sejak Desember 2024. Fokusnya tidak hanya pada AI, tapi juga pada Sistem Informasi yang menjadi bidang penting di era digital dan teknologi bisnis saat ini. Dengan begitu, jurnal ini menyatukan tiga program studi di FTIK—Teknik Informatika, Sistem Informasi, dan Teknologi Agroindustri—dalam satu wahana riset yang kolaboratif dan multidisipliner.

Jurnal ini bersifat open access dan berbahasa Inggris sejak edisi pertama. Strategi ini bukan hanya untuk menjaring pembaca dan penulis internasional, tapi juga sebagai bagian dari target akreditasi nasional dan indeksasi global. “Kami dari awal sudah mendesain jurnal ini agar bisa masuk SINTA 3 atau SINTA 4 setelah dua tahun atau empat kali terbitan. Dan ke depan, kami menargetkan bisa menuju indeks internasional seperti Scopus,” imbuh Ircham.

Sebagai bentuk komitmen terhadap kualitas, editorial board dan reviewer NUAI Journal melibatkan akademisi dari lebih dari empat provinsi di Indonesia, termasuk dari kalangan profesional kementerian dan institusi pendidikan tinggi. Pendekatan ini mempertegas semangat kolaboratif lintas institusi, sekaligus memenuhi standar akreditasi nasional.

Setiap edisi jurnal akan memuat minimal lima artikel, dengan dua kali terbitan dalam setahun: Juni dan Desember. Terbitan pertama yang sudah dipublikasikan tahun ini bahkan sudah mulai terindeks di portal referensi jurnal ilmiah.

Arah konten jurnal pun sangat strategis. Fokus riset NUAI meliputi Human-AI Interaction, Machine Learning, Image Processing, Deep Learning, hingga Sistem Informasi untuk kota cerdas. Topik-topik tersebut sesuai dengan arah perkembangan kebijakan nasional seperti rencana Kementerian Komunikasi dan Digital untuk menetapkan panduan etik AI di Indonesia.

Dengan positioning seperti ini, NUAI Journal tak hanya menjadi tempat publikasi ilmiah, tapi juga menjadi instrumen penting dalam membangun budaya riset bermutu tinggi di lingkungan Unusia. “Kalau ingin serius ke SINTA dan Skopus, memang harus dirancang sejak awal. Dan kami sudah mulai dari situ,” tegas Ircham.


Penulis: Anwariah Salsabila